Sunday, 5 January 2014

Bicara Bada'

Saya percaya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan tiada menghendaki seseorang masuk neraka. Tergantung pada manusianya. Sebagian manusia tersesat sehingga masuk dalam neraka, sebagian selamat sampai ke surga. Allah telah melengkapi kita dengan tuntunan, terserah kita mau memakainya atau tidak. Misalnya, kita disuruh untuk sembahyang, berpuasa, berzakat berhaji, berdo’a dan lain-lain. Kalau kita mau melaksanakannya Allah berjanji akan memberi kita petunjuk untuk sampai ke surga, innallaha la tukhliful mi’aad.
Dalam hal rezeki, Allah telah menentukan kadarnya atas setiap makhluk. Kemudian Allah memberi kebebasan kepada makhluk-makhlukNya untuk redha atau tidak redha terhadap kadar rezeki yang telah Allah tentukan. Hal ini Allah tegaskan dalam Qs. Huud:15-16 dan Qs. Al-Ahzab:28. Yang perlu diingat adalah bahwa segala hal yang baik-baik datangnya dari Allah dan keburukan adalah akibat dari ulah manusia sendiri seperti yang dicontohkan dalam Qs. Al-Maidah: 95, az-Zumar: 51, dan al-Hasyr: 15.
Dalam hal musibah, Allah telah menetapkan suatu musibah ke atas seseorang hamba sebelum musibah itu terjadi (Qs. al-Hadiid: 22-23). Musibah yang dimaksudkan disini adalah perkara buruk yang menimpa kita setelah kita berusaha menghindarinya sesuai syariat Allah. Kalau itu terjadi karena keinginan kita sendiri maka itu bukan kehendak Allah, tetapi kejadiannya tetap dengan izin Allah. Tidak semua musibah itu buruk bagi manusia dan kemanusiaan. Adakalanya seseorang manusia siap mengambil resiko yang membahayakan dirinya demi kepentingan orang banyak.
Tidak selamanya syariat Allah berlaku mulus. Ada kalanya Dia campur tangan langsung sehingga sesuatu tidak berlaku sesuai syariatNya. Seperti apa yang diceritakan dalam Qs. Al-Anfaal: 17, secara syariat yang telah ditetapkan Allah, orang beriman akan kalah dalam perang melawan kaum musyrikin namun, turun tangan langsung Allah memenangkan orang-orang beriman. Ketika orang beriman berhasil membunuh orang musyrikin, sebenarnya Allah-lah yang membunuhnya. Ketika orang beriman memanah dan tepat mengenai sasaran, sebenarnya bukanlah mereka yang memanah tetapi Allah-lah yang memanah. Perkara-perkara semacam ini terus berlangsung sampai sekarang. Allah menguatkan siapa yang dikehendakiNya dan melemahkan siapa yang dikehendakiNya. Tiap saat Allah sibuk melakukan pekerjaan kasih dan sayang ke atas makhlukNya. Apa yang perlu adalah kita harus senantiasa berbuat baik karena Allah, dan menjalani hidup dengan tidak menyimpang dari tuntunanNya. Hasilnya terserah ke pada Allah. Kita juga jangan lupa, adakalanya Allah mencobai kita dengan suatu cobaan buruk, supaya Allah me-nyatakan tingkat keimanan kita atau untuk memastikan bahwa perbuatan baik kita semata-mata hanya karena Allah.
Ada perkara-perkara yang dapat mendorong Allah mengubah ketentuan burukNya ke atas manusia. Diantaranya adalah doa, sedekah dan sabar. Bukankah banyak bersedekah akan memanjangkan umur.

Tulisan ini belum tentu benar. Terbuka untuk dikritisi...

No comments:

Post a Comment