Saya percaya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan
tiada menghendaki seseorang masuk neraka. Tergantung pada
manusianya. Sebagian manusia tersesat sehingga masuk dalam neraka,
sebagian selamat sampai ke surga. Allah telah melengkapi kita dengan
tuntunan, terserah
kita mau memakainya atau tidak. Misalnya, kita disuruh untuk
sembahyang,
berpuasa, berzakat berhaji, berdo’a dan lain-lain. Kalau kita mau
melaksanakannya Allah berjanji akan memberi kita petunjuk untuk sampai
ke surga,
innallaha la tukhliful mi’aad.
Dalam hal rezeki, Allah telah menentukan kadarnya atas setiap makhluk.
Kemudian Allah memberi kebebasan kepada makhluk-makhlukNya
untuk redha atau tidak redha terhadap kadar rezeki yang telah Allah
tentukan.
Hal ini Allah tegaskan dalam Qs. Huud:15-16 dan Qs. Al-Ahzab:28. Yang
perlu
diingat adalah bahwa segala hal yang baik-baik datangnya dari Allah dan
keburukan adalah akibat dari ulah manusia sendiri seperti yang
dicontohkan
dalam Qs. Al-Maidah: 95, az-Zumar: 51, dan al-Hasyr: 15.
Dalam hal musibah, Allah telah menetapkan suatu musibah ke
atas seseorang hamba sebelum musibah itu terjadi (Qs. al-Hadiid:
22-23). Musibah yang dimaksudkan
disini adalah perkara buruk yang menimpa kita setelah kita berusaha
menghindarinya sesuai syariat Allah. Kalau itu terjadi karena keinginan
kita sendiri maka itu bukan kehendak Allah, tetapi kejadiannya tetap
dengan izin Allah. Tidak semua musibah itu buruk bagi manusia
dan kemanusiaan. Adakalanya seseorang manusia siap mengambil resiko
yang membahayakan dirinya demi kepentingan orang banyak.
Tidak selamanya syariat Allah berlaku mulus. Ada kalanya
Dia campur tangan langsung sehingga sesuatu tidak berlaku sesuai
syariatNya. Seperti apa yang diceritakan dalam Qs. Al-Anfaal: 17, secara syariat yang telah ditetapkan Allah, orang beriman akan kalah
dalam
perang melawan kaum musyrikin namun, turun tangan langsung Allah
memenangkan
orang-orang beriman. Ketika orang beriman berhasil membunuh orang
musyrikin,
sebenarnya Allah-lah yang membunuhnya. Ketika orang beriman memanah dan
tepat
mengenai sasaran, sebenarnya bukanlah mereka yang memanah tetapi
Allah-lah yang
memanah. Perkara-perkara semacam ini terus berlangsung sampai sekarang.
Allah
menguatkan siapa yang dikehendakiNya dan melemahkan siapa yang
dikehendakiNya.
Tiap saat Allah sibuk melakukan pekerjaan kasih dan sayang ke atas
makhlukNya. Apa
yang perlu adalah kita harus senantiasa berbuat baik karena Allah, dan
menjalani
hidup dengan tidak menyimpang dari tuntunanNya. Hasilnya terserah ke
pada
Allah. Kita juga jangan lupa, adakalanya Allah mencobai kita dengan
suatu
cobaan buruk, supaya Allah me-nyatakan tingkat keimanan kita atau
untuk
memastikan bahwa perbuatan baik kita semata-mata hanya karena Allah.
Ada perkara-perkara yang dapat mendorong Allah mengubah
ketentuan burukNya ke atas manusia. Diantaranya adalah doa, sedekah dan sabar.
Bukankah banyak bersedekah akan memanjangkan umur.
Tulisan ini belum tentu benar. Terbuka untuk dikritisi...
Tulisan ini belum tentu benar. Terbuka untuk dikritisi...

No comments:
Post a Comment