Thursday, 2 January 2014

Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi secara Sederhana

Skripsi dijadikan syarat kelulusan di program S-1 dengan maksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan melaporkannya secara tertulis.
Biasanya, dalam skripsi tidak dituntut adanya sintesis baru atau penemuan baru.

Thesis dijadikan syarat kelulusan di program S-2 dengan maksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat mebuat suatu sintesis baru atau penerapan pengetahuan yang sudah ada, dan melaporkannya secara tertulis.

Disertasi dijadikan syarat kelulusan di program S-3 dengan maksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia memahami (mengikuti) perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang ilmunya  dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu itu melalui penemuan baru yang orisinal yang dilaporkannya secara tertulis.
Pada dasarnya skripsi mahasiswa S1 merupakan ajang latihan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian secara obyektif. Oleh karena baru pertama sekali meneliti maka mahasiswa S1 ini sangat membutuhkan bimbingan dosen agar tidak melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan mereka harus mengulang.

Tesis S2 merupakan ajang peningkatan kemampuan mahasiswa dalam meneliti dan diharapkan mahasiswa sudah mampu meneliti dengan bimbingan yang minimal dari dosen.

Desertasi S3 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa S3 dalam meneliti secara mandiri.
Secara sederhana, skripsi itu menjawab apa, tesis menjawab apa dan mengapa, Dan disertasi itu menjawab apa, mengapa dan bagaimana. Contoh tentang penelitian daun katuk dalam menurunkan kolesterol telur. Skripsi hanya menjawab pertanyaan apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur? Tesis itu menjawab dua pertanyaan, yaitu a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur dan; b) mengapa daun katuk menurunkan kolesterol. Disertasi menjawab 3 pertanyaan, yaitu: a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur?; b) mengapa daun katuk menurunkan kolesterol telur? Dan; c) bagaimana cara (mekanisme) daun katuk menurunkan kolesterol telur?

Seringkali dosen pembimbing lupa akan hal tersebut, sehingga sering meminta mahasiswa meneliti lebih dari seharusnya. Apa alasannya? Pertama, mungkin dikarenakan ketidaktahuannya dan pengalamannya sebagai mahasiswa dulu juga seperti itu. Sebagai contoh, dosen pembimbing meminta mahasiswa S1 untuk menjawab selain "apa?" juga "mengapa?" Kedua, dosen pembimbing sudah tahu hal ini tetapi dikarenakan ia menginginkan data penelitian lebih, maka ia memaksakannya pada mahasiswa bimbingannya. Mungkin sang dosen bermaksud data tersebut akan dipublikasikan dimana ia sebagai penulis utamanya. Mungkin juga dosen mempunyai alasan yang lain.
Apapun alasannya, sesungguhnya dosen tidak dibenarkan untuk memaksa mahasiswa di luar ketentuan atau kesepakatan yang berlaku. Jika menginginkan data yang lebih akurat dan lebih banyak untuk menjawab permasalahan yang ada, maka sebaiknya dosen membuat proposal penelitian sendiri dan mengajukannya ke Dikti atau ke penyandang dana lainnya. Ia harus berkompetisi untuk memperoleh dana penelitian.

Tabel 1.  Perbedaan Umum antara Skripsi, Tesis dan Disertasi

No.

Aspek

Skripsi

Tesis

Disertasi

1.

Jenjang

S1

S2

S3 (tertinggi)

2.

Permasalahan

Dapat diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam

Diangkat dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat  mendalam

Diangkat dari kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam

3.

Kemandirian penulis

60% peran penulis, 40% pembimbing

80% peran penulis, 20% pembimbing

90% peran penulis, 10% pembimbing

4.

Bobot Ilmiah

Rendah – sedang

Sedang – tinggi.  Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang ada

Tinggi, Tertinggi dibidang akademik.   Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan

5.

Pemaparan

Dominan deskriptif

Deskriptif dan Analitis

Dominan analitis

6.

Model Analisis

Rendah – sedang

Sedang – tinggi

Tinggi

7.

Jumlah rumusan masalah

Sekitar 1-2

Minimal 3

Lebih dari 3

8.

Metode / Uji statistik

Biasanya  memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll

Biasanya memakai uji Kualitatif  lanjut  /  regresi ganda, atau korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM

Sama dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan

9.

Jenjang Pembimbing/ Penguji

Minimal Magister

Minimal Doktor dan Magister yang berpengalaman

Minimal Profesor dan Doktor  yang berpengalaman

10.

Orisinalitas penelitian

Bisa replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda

Mengutamakan orisinalitas

Harus orisinil

11.

Penemuan hal-hal yang baru

Tidak harus

Diutamakan

Diharuskan

12.

Publikasi hasil penelitian

Kampus Internal dan disarankan nasional

Minimal Nasional

Nasional dan Internasional

13.

Jumlah rujukan / daftar pustaka

Minimal 20

Minimal 40

Minimal 60

14.

Metode / Program statistik yang biasa digunakan

Kualitatif / Manual, Excel, SPSS dll

Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll

Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll

Sumber :  Agung Wahyudi Biantoro,  Metode Penelitian Ekonomi Islam, 2009 

No comments:

Post a Comment